Cari Blog Ini

Memuat...

Selasa, 08 Maret 2011

GAMBARAN UMUM PROSES AUDIT

Langkah pokok yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan audit laporan keuangan:
1. Memperoleh pemahaman tentang bisnis dan industri
2. Mengindefikasi asersi laporan keuangan yang relevan
3. Membuat keputusan tentang jumlah yang material bagi para pengguna laporan keuangan
4. Membuat keputusan tentang komponen risiko audit
5. Memperoleh bukti melalui prosedur audit, termasuk prosedur untuk memahami pengendalian intern, melaksanakan pengujian pengendalian, dan melaksanakan pengujian substantif
6. Menetapkan bagaimana menggunakan bukti untuk mendukung suatu pendapat audit, komunikasi kepada klien lain, serta jasa bernilai tambah
7. Mengkomunikasikan temuan-temuan.

Tahapan Audit :

1. Perencanaan dan perancangan pendekatan audit
    a. Memahami bidang usaha klien
    b. Mempelajari dan menilai sistem internal control: menetapkan bagaimana klien beroperasi
2. Menguji sistem pengendalian internal
3. Menguji langsung saldo-saldo keuangan
4. Menyelesaikan audit dan menerbitkan laporan audit

Penetapan bukti audit:
1. Prosedur audit mana yang akan diterapkan
2. Jumlah sampel yang akan dipilih untuk suatu prosedur tertentu
3. Item transaksi mana yang akan dipilih dari keseluruhan data/populasi
4. Kapan prosedur tersebut akan dilaksanakan

Faktor penentu dari bukti yang meyakinkan adalah:
a. Kompetensi, tingkat kepercayaan suatu bukti citinya: relevansi, kebebasan pemberibukti, keefektifan sistem pengendalian intern klien, pengetahuan langsung dari auditor, kualitas orang yang memberikan informasi, dan tingkat obyektifitas
b. Kecukupan bukti menunjukkan jumlah bukti yang dijadikan sampel sehingga dianggap meyakinkan
c. Ketepatan waktu, menyangkut saat bukti itu dikumpulkan atau menyangkut periode yang dicakup oleh audit.

Jenis bukti audit:
• Pemeriksaan fisik, penghitungan oleh auditor atas harta berwujud
• Konfirmasi, jawaban tertulis dari pihak ketiga yang independen tentang suatu informasi
• Dokumentasi,
• Pengamatan (observasi)
• Pertanyaan terhadap klien
• Ketepatan mekanis
• Pengujian analitis

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar