Cari Blog Ini

Memuat...

Sabtu, 23 Oktober 2010

KARAKTER KEPEMIMPINAN KRISTEN


KARAKTER KEPEMIMPINAN KRISTEN

 

Adalah hal yang mustahil memisahkan antara kepemimpinan Kristen dengan karakternya, antara kepemimpinan Kristen dengan kehidupan spiritualitasnya. Ini adalah yang paling penting dan absolut bila hendak menjadi pemimpin Kristen yang efektif. Itu sebabnya Yesus memberikan teladan dengan menjadi manusia, agar para pemimpin Kristen memiliki roh seorang hamba Tuhan yang dimampukan dan diperkaya oleh Roh Kudus.

Apalagi bangsa ini sangat membutuhkan pemimpin yang memiliki karakter. Bangsa Indonesia terlalu banyak diliputi skandal, termasuk di dalamnya bidang pemerintahan (yudikatif, legislatif, ekskutif), di dunia olahraga, pendidikan, bahkan gereja juga tidak terbebas dari skandal. Bangsa ini perlu ditolong terutama dalam membangun karakternya, dan kita semua harus berperan di dalamnya.

Oleh sebab itu pengembangan karakter bangsa harus dimulai dari diri sendiri yang memiliki hubungan akrab dengan Kristus yaitu adalah pemimpinnya. Ada beberapa karakter yang perlu dikembangkan pada diri terlebih dahulu sebelum dapat mempengaruhi orang lain, yaitu :

 

Visioner
Karakteristik pemimpin paling penting yang membedakannya dengan non pemimpin adalah kejelasan tujuan yaitu menetapkan sebuah visi untuk organisasi tersebut dan mengkomunikasikannya dalam cara yang mendesak pada para pengikut”. Dengan demikian visi adalah prasyarat utama seorang pemimpin disebut pemimpin. Alkitab memberikan gambaran universal bagi setiap manusia bahwa :”Orang yang tidak memiliki arah yang jelas dalam hidupnya masuk dalam kategori orang liar (Ams 29:18). Orang liar artinya orang yang hidup tanpa visi. Gambaran orang yang hidup tanpa visi gampang sekali diombang ambingkan oleh rutinitas kehidupan. Mereka memandang waktu ini sebagai sesuatu yang berjalan secara siklus yang tidak ada masa depan dan membosankan. Oleh karena itu perlu sekali untuk menetapkan visi pribadi kita sebagai respons terhadap anugerah keselamatan yang Tuhan berikan yang sekaligus mengarahkan kaki kita untuk melakukan pekerjaan baik dari Allah (Efesus 2:10). Jika kita melihat defenisi tentang visi, maka yang menarik adalah perpaduan yang harmonis dari ketiga element yang interdependen dan tidak bisa dipisahkan yaitu: 
1. Allah : Kehendak dan beban dari Allah. intervensi Allah dalam visi manusia
    membuat visi itu eksklusif dan ini bukan berarti kita lebih superior dan
    menutup diri terhadap orang lain.Tetapi visi tersebut melibatkan Allah yang
    memanggil maka seharusnya kita memanifestasikan panggilan Allah itu
    dalam setiap profesi kita. 
2. Diri kita : Talenta dan kapasitas yang Allah berikan.
3. Lingkungan : kebutuhan Zaman yang Allah tunjukkan. Dengan demikian
    hidup ini pun menjadi bermakna dan manusiapun dapat berjuang dalam
    hidup ini untuk mencapai visinya.

Dalam menjalankan kehidupan, setiap manusia harus memiliki ide tunggal. Demikian pula dengan seorang pemimpin, ia bisa menjadi orang yang berbahaya karena memiliki ide tunggal yang akan berakibat pada pengaruh yang negatif dan positif. Sudah ada banyak contoh dari pengaruh kepemilikan satu ide ini yaitu contoh negatif adalah Osama Bin Laden, ia berjuang melawan manusia yang adalah musuh Allah yang berakibat pada munculnya terorisme dan banyak korban jiwa yang tidak bersalah. Contoh yang positif adalah Martin Luther King Jr, Bob Pierce, Mahatma Gandhi, Ibu Teresa, dan lain-lain. yang lebih agung dan mulia adalah Tuhan Yessus Kritus. Yang jelas menjadi orang yang berbahaya itu ada resikonya tetapi semuanya itu harus di jalani, agar kita dapat mempengaruhi orang dengan pandangan yang positif.

Pengorbanan
Seorang pemimpin seharunya melahirkan pengorbanan, hidup yang agung, konkrit dan berani, sebagaimana tokoh Nehemia yang berani mengorbankan segala sesuatu demi panggilan Allah. Nehemia dalam menjalankan panggilan Allah, ia harus melewati empat proses kepemimpinan yaitu:
1. Menerima Panggilan Allah. Nehemia berprofesi sebagai juru minuman Raja
    Persia dan pekerjaannya adalah mencicipi minuman raja sebelum
    disuguhkan. Melalui posisi dan pekerjaan yang sangat penting ini, Allah
    memanggil Nehemia dan menanamkan tugas dalam hatinya untuk
    membangun kembali citra diri umat Allah yang merefleksikan kedaulatan
    dan kebesaran Allah sendiri. Menjadi pemimpin yang meresponi panggilan
    Allah harus berani untuk meninggalkan posisi aman atau area-area
    teraman kita yaitu karier, kedudukan dan lain-lain, dan memfokuskan diri
    pada tugas dan panggilan Allah. Nehemia merupakan contoh yang terbaik,
    ia rela meninggalkan semua area teraman yang dimiliki untuk menjalankan
    tugas besar dari Allah. Oleh karena itu kepemimpinan Kristen adalah
    kepemimpinan yang dimulai dan hanya dimulai dengan panggilan dari
    Allah. 
2. Menggumuli Panggilan Allah : Air Mata Pemimpin. Nehemia dalam
    menggumuli panggilan Allah dapat diekspresikannya lewat doa dan
    tangisan. Hal ini menunjukkan keseriusannya dalam menjalankan tugas
    besar ini. Nehemia merupakan pemimpin yang empati artinya ia
    menempatkan dirinya pada posisi bangsa Israel dan turut merasakan
    penderitaan mereka. Doa dan air mata selalu menunjukkan level
    keseriusan komitment pemimpin. Dengan demikian visi Nehemia hari demi
    hari dapat di pertajam. 
3. Mengkonkritkan pangilan Allah: Idealis, namun Realistis. Nehemia
    bukanlah tipe orang yang hanya berdoa saja, tetapi ia mengaktualisasikan
    doanya dengan membangun rencana yang strategis. Mengapa demikian?
    Karena perencanaan memiliki tempat yang penting dalam hidup manusia.
    Nehemia memiliki strategi yang khusus dalam mewujudkan perencaannya
    dan pada akhirnya raja mengabulkan semua rencananya itu dengan
    mengutus dan memberi izin. Oleh karena itu Nehemia menjadi pemimpin
    besar karena visi yang Tuhan berikan dicapainya dengan membangun
    perencanaan yang strategis. 
4. Menjalani Panggilan Allah. Dalam menjalani panggilan Allah, Nehemia
    selalu menghadapi berbagai halangan dan tantangan. Memang benar
    dalam menjalani panggilan Allah itu bukan hal yang mudah dan sepele.
    Penggilan Allah selalu menuntut pengorbanan dan ada harga yang harus
    dibayar. Jika Nehemia berhasil dalam kepemimpinannya maka kitapun
    dipanggil untuk berhasil asalkan kita selalu mengikuti empat proses ini yaitu
    menerima Panggilan Allah, Manggumuli Panggilan, Mengkonkritkan
    panggilan itu serta menjalani panggilan itu dengan tekun. 

Kualifikasi Eksklusif
Pemimpin dalam level dan agama apapun harus memiliki yang namanya Visi, Integritas, Stamina, Wawasan dan lain-lain. jika dilihat dari cirri-ciri ini, apakah yang dapat membuat pemimpin Kristen itu istimewa? Alkitab memberikan kualifikasi yang sangat akurat dalam I Timotius 3 dan Titus 1. namun itu belum menjadi jaminan ciri eksklusif pemimpin Kristen. Jika demikian apa yang menjadi keunikan, keistimewaan pemimpin Kristen?
Kepemimpina Kristen bukan soal kedudukan, kuasa dan control melainkan kelemahan. Pemimpin Kristen yang merasa diri pandai, kuat, superior, tidak akan dapat dipakai oleh Allah sebagai alat untuk menyatakan kuasa Allah, bahkan dapat menjadi penghambat kita menerima kasih karunia Allah.
Jalan pemimpin Kristen adalah downward mobility yang berakhir pada salib (belajar dari kepemimpina Yesus yang berakhir pada salib). Kepemimpinan yang rela dipimpin oleh Allah ketempat yang kita tidak ingin tuju, yang penuh air mata dan penderitaan. Kepemimpinan sangat membutuhkan penyerahan diri total kepada Allah untuk dapat memahami dan mencapai kehendak-Nya. Mengapa kita harus menyerahkan diri total kepada Allah? Karena semua kapasitas yang kita miliki sebagai pemimpin berasal dari Allah, titipan Allah yang akan di pertanggungjwabkan kepada Allah. D. L. Moody dalam doanya pernah berkata: “ Dunia akan melihat apa yang mampu Allah lakukan tatkala seseorang berserah secara total kepada Allah.
Dengan anugrah-Nya, saya ingin menjadi orang tersebut.

Integritas
Integritas adalah “Wholeness, Completeness, Unified”. Beberapa kamus mendefinisikan integritas sebagai “The Condition Of Having no Part Taken away” atau “The Character Of Uncorrupted”. Jauh sebelumnya Yakobus pernah berkata; “Orang yang berintegritas adalah orang yang “Mature and complete, not Lacking Anything” (Yak 1:4). Jadi integritas berbicara keutuhan dalam seluruh aspek hidup, antara perkataan dan perbuatan harus seimbang.
Integritas berbeda dengan etika dan moralitas.
Etika adalah standar tentang apa yang benar, salah dan jahat. Etika ada pada level teoritika. Sedangkan moralitas adalah tindakan aktual tentang mana yang benar, salah dan jahat. Moralitas ada pada level praktika. Sedangkan integritas sendiri adalah integrasi etika dan moralitas. Semakin keduanya terintegrasi semakin tinggi level integritas yang ada. Integritas merupakan modal utama seorang pemimpin. Integritas juga merupakan fondasi untuk membangun rasa percaya. Integritas seorang pemimpin Kristen akan nampak keasliannya pada saat apa yang kita pikirkan, katakan dan lakukan dalam kesendirian, yang menurut kita tidak diketahui oleh orang lain. Yusuf menjadi contoh yang akurat dalam “Integrity in Action”, tindakan dan jawaban Yusuf kepada istri Potifar menunjukkan level integritasnya. Yusuf merupakan pribadi yang sungguh-sungguh mengasihi Allah, sehingga ia tidak mau berdosa kepada Allah dan melakukan kejahatan kepada manusia (Istri Potifar). Kehidupan pemimpin seharusnya adalah kehidupan yang transparan. Tidak ada sesuatupun yang disembunyikan atau ditakuti. Sebagaimana kehidupan Daniel dan Samuel. Semakin luas pengaruh seseorang semakin besar pula transparansi dan akuntabilitas yang harus ia tunjukkan. Dengan demkian, pemimpin Kristen adalah orang-orang yang sangat mengasihi dan menghargai Allah, diri sendiri dan orang lain.

Arogansi
Kesombongan merupakan penyakit arogansi. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja tanpa memandang statusnya. Biasanya penyakit ini paling banyak diderita oleh para pemimpin. Ada tiga penyebab utama kesombongan pemimpin yaitu Kuasa, Persepsi umum dan Perlakuan khusus serta Keberhasilan. Contoh konkrit adalah raja Usia (2 Taw 26). Pada awal kepemimpinannya, ia memimpin dengan baik ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan dan Allah selalu menyertainya. Namun ketika namanya menjadi terkenal, ia mulai merasa dirinya hebat dan tidak lagi tunduk kepada Allah.
Kesombongan itu adalah dosa yang sangat serius dan sentral. Natur dosa ini muncul pada saat seseorang merasa dirinya lebih dari orang lain. Karena pada saat seseorang merasa dirinya sama dengan orang lain maka tidak ada yang perlu disombongkan. Tetapi jika seseorang merasa diri lebih dari segala hal dari orang lain maka itu awal dari kesombongan. Natur ini sulit untuk dideteksi karena munculnya begitu cepat dan terjadi dalam diri manusia.
Memang benar pemimpin Kristen itu superior Karena ia mendapat panggilan khusus dari Allah. Namun superioritas itu harus ditempatkan pada konteks yang benar yaitu pada fungsinya untuk menangkap visi, memotivasi, menangani konflik, dan bukan pada status karena dalam status kita adalah orang yang berdosa dan hidup dalam tubuh yang fana (terbatas), bisa salah dan jatuh dalam berbagai pencobaan. Tetapi karena panggilan dan pemberian kemampuan dari Allah. Dengan kata lain anugrah Allah itulah yang melayakkan kita untuk jadi pemimpin. Oleh karena itu pemimpin seharusnya berada dalam anugrah tersebut, dengan demikian ia dapat merendahkan diri dihadapan Allah.

Kerendahan Hati 
Kerendahan hati merupakan hal yang langka dalam diri pemimpin-pemimpin dewasa ini. Bahkan lebih parah lagi, dunia pun tidak memberikan apresiasi sedikitpun tentang kerendahan hati. Rendah hati diidentikkan dengan kelemahan dan kerugian. Oleh karena itu dunia menuntut kuasa, kekuatan, otoritatif bahkan operasi dengan prinsip sekuler. Kahadiran Yesus menampilkan prinsip biblikal yang berbeda dengan prinsip sekuler. Pemimpin menurut Yesus diidentikkan dengan anak kecil, artinya yang tidak berdaya, dan sangat tergantung pada orang lain. Kehadiran Yesus hendak Memperkenalkan dan menghadirkan prinsip kepemimpinan yang lebih utama, seturut teladan kehidupan Allah tritunggal yaitu kerendahan hati yang didasari oleh Allah Bapa, dicontohkan oleh Anak Allah dan dimungkinkan oleh Roh Kudus. Kerendahan hati ala Yesus (Biblikal) ini diadopsi oleh orang-orang dunia dalam kepemimpinannya sperti Jim Collins dan memberi arti bahwa seorang pemimpin seharusnya rendah hati dalam hal tidak sombong, cenderung pemalu, menunaikan tugas dengan diam-diam tanpa cari perhatian dan pujian dari orang lain, berani menerima kegagalan tanpa mempersalahkan orang lain, bekerja untuk kepentingan perusahaan bukan diri pribadi. Hal inipun pernah disuarakan oleh Lao Tzu bahwa : “Syarat menjadi seorang pemimpin adalah kerendahan hati.”


Bila pemimpin dapat mengembangkan karakter dan pribadinya dengan baik, maka dia akan mampu mempengaruhi orang lain, di mana dia akan berperan dalam pembentukan karakter bangsa. Karakter bangsa apa saja yang bisa kita bentuk dengan profesi kita, sebegai pemimpin Kristen? 
Ada beberapa bidang yang sangat diperlukan bangsa kita yaitu :
1. Pengaturan waktu (time management)
    Aplikasi praktis dari kepemimpinan yang dapat menjadi teladan, memiliki
    ntegritas dan melayani dengan jiwa dan roh adalah kemampuan untuk
    dapat menyumbangkan perhatian terhadap pentingnya mengelola waktu
    dengan efektif dan efisien. Bangsa kita dikenal dengan bangsa yang santai,
    “jam karet”, dan tidak pandai menata waktu. Penataan waktu adalah
    termasuk berbicara tentang bagaimana mengelolanya sehingga kemajuan
    yang bisa dicapai dalam waktu yang lebih cepat dan tepat.
2. Kerja keras (hard work)
    Bekerja keras juga menjadi tantangan bangsa ini, karena seringkali etos
    kerja sangat lemah. Pemimpin harus memberikan teladan dalam bekerja,
    karena bekerja adalah panggilan dan ibadah. Bekerja keras harus ditambah
    dengan bekerja dengan pintar (smart work).
3. Ketekunan (persistence)
    Pemimpin perlu mengajarkan jemaat/masyarakat tentang ketekunan dalam
    bekerja. Keinginan untuk menjadi cepat sukses mungkin akan menjadi
    masalah, bila tidak memiliki karakter ketekunan untuk menapak karir
    selangkah demi selangkah.
4. Kejujuran (honesty)
    Tanpa kejujuran, pemimpin tidak akan pernah berhasil menggerakkan
    orang lain, karena inilah yang esensial dalam kehidupan seorang
    pemimpin. Menjadi transparan menyebabkan ada harga yang harus dibayar
    seperti menjadi “luka”, tetapi pemimpin yang terbuka akan mendapat
    banyak pertolongan. Ketika bangsa ini banyak diliputi dengan
    ketidakjujuran, gereja harus menjadi pemimpin terdepan dalam
    menjalankan kejujuran.
5. Bertangung jawab (responsibility)
    Sikap bertanggung jawab adalah sikap yang paling penting dalam karakter
    seorang pemimpin. Winston Churchill berkata, “Harga dari sebuah
    kebesaran adalah tanggung jawab- the price of greatness is
    responsibility”. Pemimpin harus bertanggung jawab kepada dirinya sendiri,
    kepada pekerjaannya, kepada harta yang diterimanya, dan kepada orang
    yang dipimpinnya. Dengan demikian ia bisa menularkan prinsip ini kepada
    jemaatnya.
6. Sikap positif dalam situasi apapun (positive attitude)
    Sikap negatif adalah hal yang harus dihindari para pemimpin. Pemimpin
    Kristen harus menularkan prinsip adanya peluang dalam tantangan yang
    dihadapi. Bangsa ini sejak lama dilanda krisis, tetapi mungkin krisis yang
    terbesar adalah tidak memiliki sikap yang positif dalam menghadapi
    berbagai tantangan. Ilustrasi untuk ini: Seorang pemilik perusahaan sepatu
    meminta seorang manajernya untuk merintis toko sepatu di suatu
    tempat. Setelah survey selama dua minggu, maka manajer itu kembali dan
    menjleaskan bahwa tidak mungkin membuka toko sepatu, karena
    penduduk di sana tidak ada yang pakai sepatu. Tetapi pemilik perusahaan
    tidak puas. Dia mengutus satu orang manajer lain untuk mengadakan
    survey. Dua minggu kemudian datang laporan bahwa kita harus segera
    membuka pabrik sepatu, karena penduduk di sana tidak ada yang pakai
    sepatu. Kejadian dan peristiwa sama, namun sikap terhadap keadaan itu
    berbeda. Pemilik perusahaan sepatu senang dengan sikap positif dan
    terbukti bahwa membuka toko sepatu di sanamembuat usahanya berhasil.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar